Kepada dia wanita yang insyaallah dijadikan
pendamping hidup ku. Sungguh tiada tahu diri ini akan kehidupan di masa yang
akan dating.
Sungguh hanya keyakinan yang aku punya.
Maka aku hanya bersykur.
Jadilah wanita yang mampu menemaniku dalam
kesyukuran hidup.
Semoga Allah memberkahi semua bentuk kebaikan
hidup itu.
Bahagialah bersamaku, bersama keluarga kecil
kita dan sesame keluarga kita yang lain. Bahkan sesame kita yang lainnya.
Kita tempuhi apapun yang terjadi dengan senyuman
dan pekik suara kerinduan hati akan segala kemurahan Nya sebagai wujud
penghambaan diri dengan sebaik-baiknya. Dialah tempat berkeluh kesah. Allah
Azza Wajalla ...
Ya pemuda yang bersaksi bahwa Allah adalah
Tuhannyadan Muhammad adalah Rasulnya.
Tak banyak yang ku harap kepadamu
Jadilah imamku,jadilah peneduh disaat aku
direlung rindu
Jadilah sebaik-baik penepat janji, agar aku tak
hilang arti.
Bukan harta, bukan permata, juga bukan seisi
dunia.
Tapi jadilah suamiku yang tiada duanya.
Hingga kita berjumpa di surga Nya.
Barakhallahu lakuma wabarakahaalaikuma waja ma’a
bainakumabikhair... (doa yang diajarkan Rasulullah ketika pernikahan Ugail bin
Abu Thalib).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar