Jumat, 30 September 2016

Cuek Pembunuh No.1

Dear Deary..
Sudah 22 Ramadhan.. Perasaan yang sama masih saja terus berkelabat di relung hati ini, masih saja selalu memikirkan hal yang sama dan itu-itu saja. sesungguhnya aku lelah berada di penantian yang entah kapan mencapai ending. Perasaan ini datang tanpa di undang, rasa ini terfikirkan tanpa aku harus mengingat, dan dia pun terus ada di mata ini tanpa aku harus memandanginya. Dia begitu terlihat jelas di pandanganku.
oh Cinta...
Cinta ini telah mengalahkan ku, menjadikan aku rapuh, menjadikan aku lemah tanpa nya.. sulit tuk kembali ke masa dimana aku tak mengenal cinta sedalam ini.
Sejauh mata memandang pun.. masih tetap ada dia, masih saja ada dia, hingga ku lelah tuk menghilangkan dia dari diri ini. semakin ku coba menghilangkan dia dari fikiran ini, semakin  erat rasa yang ku dapat. hingga akhirnya ku mengalah, dan berkata, biarkan cinta ini mengalir, biarkan cinta ini membawa ku kepada pemiliknya meski ku tau, ku tak dapat memastikan kapan waktu itu kan datang.

Ya Rabb.. Kenapa harus ada Cuek di Dunia ini?
Cuek bagiku adalah pembunuh no1 Didunia setelah Kanker.
Kecuekan nya membunuh cinta ku secara perlahan.
Akan kah cinta yang ku punya akan terus tumbuh jika kecuekan tetap ada antara aku dan dia?

Wallahualam

Kelalain

Astaghfirullah..
Sepertinya Aku Lupa, Bahwa Allah Maha Mengatur kehidupan.
Skenario Allah lah yang Terbaik.
Ampuni Hamba, Yang Meragukan Bahagia Ketika Jiwa dan Raga ini Merapuh.

Ya Rabb..
Kembalikan Qalbu hamba seperti sedia kala, ada begitu banyak kontroversi yang tak berkesinambungan didalam Qalbu ini.
Aku ingin seperti kemarin, seperti aku yang dulu.
Sekarang yang kurasakan hanya lah BEBAN..
Rasanya semakin lama, hidup ini jauh dari kata bahagia dan jauh dari rasa bersyukur.
Ada saja yang Kurang. Padahal Aku TanpaMu.. Butiran Debu Yaa Rabb.

Ya Allah, Hamba Nyaris Lupa.
Nyaris Melupakan wajah tua yang semakin menyenja itu.
Hamba Lupa, bahwa mereka sudah semakin tua dan tidak mampu menunggu lama lagi utk melihat aku untuk membahagiakan mereka.
Maaf Ibu, Maaf Ayah.. Aku Sedang berusaha.
Aku sedang berjuang bagaimana caranya agar bisa mengukir bahagia di wajah tua mereka.
Doamu adalah Kekuatan bagi ku.
Ku Mohon, semoga kalian tak henti2nya Mendoakan ku disini meskipun aku di kejauhan.

Aku Mencintai Kalian selalu dan Selamanya.
I Love You Mom and Dad


Ampun ya Rabb.. Ampun.
Ku mohon.. Berikan ku Kekuatan dan Kesempatan utk Mengukir tawa bahagia di Wajah Tua Ayah dan Bunda.