Kamis, 16 Oktober 2014

Contoh Daftar Riwayat Hidup (CV)



  

CURICULUM VITAECURICULUM VITAE

IDENTITAS DIRI
Nama Lengkap                                    :        Khodijah
Tempat Tgl. Lahir                                 :        Batubara, 31 Mei 1991
Agama                                                 :        Islam
Alamat                                                 :        Jl. Sei Batang Hari No. 3 & 4. Medan
Jenis Kelamin                                       :        Perempuan
Status                                                   :        Belum Kawin
Pendidikan Terakhir                              :        DIII Manajemen Informatika
Telepon                                                :        082277427860
PENDIDIKAN FORMAL
Tahun 2013                                         :        Lulusan Diploma III Politeknik Poliprofesi Medan
Tahun 2009                                         :        Lulusan MA Swasta Kedai Sianam Lima Puluh
Tahun 2006                                         :        Lulusan SMP Negeri 4 Lima Puluh
Tahun 2003                                         :        Lulusan SD Negeri 010210 Perupuk
PENGALAMAN KERJA
1.      Pernah bekerja sebagai Tenaga Administrasi  dan Assisten Dokter di Praktek Dokter.
2.      Pernah bekerja sebagai Kasir di Toko Pakaian
3.      Pernah Menjadi Guru Komputer di SMK-TIK ERA UTAMA Pancur Batu
4.      Pernah bekerja di PT. Buana Plastika Medan sebagai Operator Mesin
5.   Pernah bekerja di RSU.BIDADARI Binjai sebagai Receptionist

            Demikian daftar riwayat hidup ini saya perbuat dengan sebenar-benarnya. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

   Hormat Saya,


                                                                                                  ( KHODIJAH )

Contoh Lamaran Kerja



                                                                                                                                                                        Medan, 13 September  2014
APPLICATION LETTERPerihal         : Permohonan Lamaran Kerja
Lampiran     : Satu Berkas
Kepada Yth.
Bapak/Ibu Pimpinan PT. SURYA MUSTIKA ANDALAS
Di –
Tempat
Dengan Hormat,
Sehubungan dengan informasi yang saya peroleh, saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama                            :    Khodijah  
Tempat/Tgl Lahir            :    Batubara / 31 Mei 1991
Pendidikan                     :    Lulusan D-III Poliprofesi Politeknik Medan
Jurusan                          :    Manajemen Informatika Komputer
Alamat                          :    Jl. Sei Batang Hari No. 3 & 4. Medan
Handphone                   :    082277427860 - 087869409335
            Saya bermaksud untuk mengajukan surat lamaran kerja pada perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin sebagai Karyawan atau Tenaga Kerja sebagai Staff Finance. Untuk menjadi bahan pertimbangan bagi Bapak/Ibu, bersama ini saya lampirkan :
  1. 2 (dua) lembar Pas Photo ukuran 3 x 4 cm                                                    
  2. 1 (satu) lembar Foto copy KTP
  3. 1 (satu) lembar Daftar Riwayat Hidup
  4. 1 (satu) lembar Foto copy Transkip Nilai terlegalisir.
  5. 1 (satu) lembar Foto copy ijazah terlegalisir.
Demikian surat lamaran pekerjaan ini saya perbuat, besar harapan saya untuk dapat bergabung dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi perusahaan yang Bapak/ Ibu pimpin.

                                                                                              Hormat Saya,


                                                                                                     (KHODIJAH, Amd)

Rintihan Hati Sang AyahBunda

Sepucuk Surat Buat Anak Ku

Dari Ibu dan Ayah
 Anakku…
Ketika aku semakin tua, aku berharap kamu memahami dan memiliki kesabaran untuk ku. Suatu ketika aku memecahkan piring atau menumpahkan sup di atas meja karena penglihatanku berkurang, aku harap kamu tidak memarahiku.
Orang tua itu sensitive,
selalu merasa bersalah saat kamu berteriak.
Ketika pendengaranku semakin memburuk, dan aku tidak bisa mendengar apa yang kamu katakana, aku harap kamu tidak memanggilku “tuli”. Mohon ulangi apa yang kamu katakana atau menuliskannya,

...Maaf Anakku...
Aku semakin tua
Ketika lutut ku mulai lemah, aku harap kamu memiliki kesabaran untuk membantuku bangun...
Seperti bagaimana aku selalu membantu kamu saat kamu masih kecil untuk belajar berjalan.

Aku mohon jangan bosan dengan ku, ketika aq terus mengulangi apa yang ku katakanan seperti kaset rusak. Aku harap kamu terus mendengarkan aku.

Tolong jangan mengejekku atau bosan mendengarkanku, apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil dan kamu ingin sebuah balon?,kamu mengulangi apa yang kamu mau berulang-ulang sampai kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan.

Maafkan juga bau ku..
Tercium seperti orang yang sudah tua, aku mohon jangan memaksaku untuk mandi, tubuhku lemah..
Orang tua mudah sakit karena mereka rentan terhadap dingin, aku harap aku tidak terlihat kotor bagimu..

Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil?
Aku selalu mengejar-ngejar kamu, karena kamu tidak ingin mandi..
Aku harap kamu bisa bersabar dengan ku.

Ketika aku selalu rewel, ini semua bagian dari menjadi tua, kamu akan mengerti ketika kamu tua.

Dan jika kamu memiliki waktu luang, aku harap kita bisa berbicara..
Bahkan untuk beberapa menit..
Aku selalu sendiri sepanjang waktu..
Dan tidak memiliki seseorang pun untuk diajak bicara..

Aku tau kamu sibuk dengan pekerjaan
Bahkan jika kamu tidak tertarik pada cerita ku, aku mohon berikan aku waktu untuk bersamamu..

Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil?
Aku selalu mendengarkan apapun yang kamu ceritakan tentang mainanmu.

Ketika saatnya tiba dan aku hanya bisa terbaring, sakit.. dan sakit..
Aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku..

..M A A F..
Kalau aku sengaja mengompol atau membuat berantakan
..M A A F..

Aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku selama beberapa saat terakhir dalam hidupku..
Aku mungkin tidak akan bertahan lebih lama.
Ketika waktu kematianku dating, aku harap kamu memegang tanganku dan memberikan ku kekuatan untuk menghadapai kematian.

Dan jangan khawatir,
Ketika aku bertemu dengan sang Pencipta, aku akan berbisik pada NYA..
Untuk selalu memberikan BERKAH padamu karena kamu mencintai Ibu dan Ayahmu..

Terimakasih atas segala perhatianmu, Nak..
Kami Mencintaimu..
Dengan kasih sayang yang berlimpah..
  Dari : Ibu dan Ayah

Curahan Hati Almarhum Ayah



Renungan Hati
Seorang pemuda duduk di hadapan laptopnya.
Login facebook. Pertama kali yang dicek adalah inbox.
Hari ini dia melihat sesuatu yang tidak pernah dia pedulikan selama ini.
Ada 2 dua pesan yang selama ini ia abaikan.
Pesan pertama, spam.
Pesan kedua…..dia membukanya. Ternyata ada sebuah pesan beberapa bulan yang lalu. Diapun mulai membaca isinya:
“Assalamu’alaikum. Ini kali pertama Bapak mencoba menggunakan facebook. Bapak mencoba menambah kamu sebagai teman sekalipun Bapak tidak terlalu paham dengan itu. Lalu bapak mencoba mengirim pesan ini kepadamu. Maaf, Bapak tidak pandai mengetik. Ini pun kawan Bapak yang mengajarkan. Bapak hanya sekedar ingin mengenang.
 Bacalah !
Saat kamu kecil dulu, Bapak masih ingat pertama kali kamu bisa ngomong. Kamu asyik memanggil : Bapak, Bapak, Bapak. Bapak Bahagia sekali rasanya anak lelaki Bapak sudah bisa me-manggil2 Bapak, sudah bisa me-manggil2 Ibunya”.
Bapak sangat senang bisa berbicara dengan kamu walaupun kamu mungkin tidak ingat dan tidak paham apa yang Bapak ucapkan ketika umurmu 4 atau 5 tahun. Tapi, percayalah. Bapak dan Ibumu bicara dengan kamu sangat banyak sekali. Kamulah penghibur kami setiap saat.walaupun hanya dengan mendengar gelak tawamu.

Saat kamu masuk SD, bapak masih ingat kamu selalu bercerita dengan Bapak ketika membonceng motor tentang apapun yang kamu lihat di kiri kananmu dalam perjalanan. Ayah mana yang tidak gembira melihat anaknya telah mengetahui banyak hal di luar rumahnya. Bapak jadi makin bersemangat bekerja keras mencari uang untuk biaya kamu ke sekolah. Sebab kamu lucu sekali. Menyenangkan. Bapak sangat mengiginkan kamu menjadi anak yang pandai dan taat beribadah.
Masih ingat jugakah kamu, saat pertama kali kamu punya HP? Diam2 waktu itu Bapak menabung karena kasihan melihatmu belum punya HP sementara kawan2mu sudah memiliki.
Ketika kamu masuk SMP kamu sudah mulai punya banyak kawan-kawan baru. Ketika pulang dari sekolah kamu langsung masuk kamar. Mungkin kamu lelah setelah mengayuh sepeda, begitu pikir Bapak. Kamu keluar kamar hanya pada waktu makan saja setelah itu masuk lagi, dan keluarnya lagi ketika akan pergi bersama kawan-kawanmu. Kamu sudah mulai jarang bercerita dengan Bapak. Tahu2 kamu sudah mulai melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi lagi. Kamu mencari kami saat perlu2 saja serta membiarkan kami saat kamu tidak perlu.
Ketika mulai kuliah di luar kotapun sikap kamu sama saja dengan sebelumnya. Jarang menghubungi kami kecuali disaat mendapatkan kesulitan. Sewaktu pulang liburanpun kamu sibuk dengan HP kamu, dengan laptop kamu, dengan internet kamu, dengan dunia kamu.
Bapak bertanya-tanya sendiri dalam hati. Adakah kawan2mu itu lebih penting dari Bapak dan Ibumu? Adakah Bapak dan Ibumu ini cuma diperlukan saat nanti kamu mau nikah saja sebagai pemberi restu? Adakah kami ibarat tabungan kamu saja?
Kamu semakin jarang berbicara dengan Bapak lagi. Kalau pun bicara, dengan jari-jemari saja lewat sms. Berjumpa tapi tak berkata-kata. Berbicara tapi seperti tak bersuara. Bertegur cuma waktu hari raya. Tanya sepatah kata, dijawab sepatah kata. Ditegur, kamu buang muka. Dimarahi, malah menjadi-jadi.
Malam ini, Bapak sebenarnya rindu sekali pada kamu. Bukan mau marah atau mengungkit-ungkit masa lalu. Cuma Bapak sudah merasa terlalu tua. Usia Bapak sudah diatas 60 an. Kekuatan Bapak tidak sekuat dulu lagi.
 Bapak tidak minta banyak…
Kadang-kadang, Bapak cuma mau kamu berada di sisi bapak. Berbicara tentang hidup kamu. Meluapkan apa saja yang terpendam dalam hati kamu. Menangis pada Bapak. Mengadu pada Bapak.Bercerita pada Bapak seperti saat kamu kecil dulu.
Andaipun kamu sudah tidak punya waktu samasekali berbicara dengan Bapak, jangan sampai kamu tidak punya waktu berbicara dengan Alloh.
Jangan letakkan cintamu pada seseorang didalam hati melebihi cintamu kepada Alloh.
Mungkin kamu mengabaikan Bapak, namun jangan kamu sekali2 mengabaikan Allah. Maafkan Bapak atas segalanya. Maafkan Bapak atas curhat Bapak ini. Jagalah solat. Jagalah hati. Jagalah iman. ”
Pemuda itu meneteskan air mata, terisak. Dalam hati terasa perih tidak terkira...................
Bagaimana tidak?, Sebab tulisan ayahandanya itu dibaca setelah 3 bulan beliau pergi untuk selama-lamanya...