Kamis, 16 Oktober 2014

Puisi Galau



Buat apa beli buku
Kalau tidak ada penanya
Buat apa pilih aku
Kalau masih bersamanya

Jangan ditatap sinar matahari
Nanti matamu menjadi silau
Jangan diratap pacar yang lari
Nanti jiwamu menjadi galau

Obat meler itu markisa
Markisa dicampur ama jamu
Walaupun LDR itu nyiksa
Tapi aku tetap nunggu kamu

Jaka sembung beli tahu anget
Putus nyambung emang BT-in banget

Ada tikus minum jamu
Kapan kamu putus ama pacar kamu?

Bapak ibu beli barang antic
Belinya dekat pohon beringin
Walau beribu cewek cantik
Cuma kamu yang aku kangenin

Beli ketela sama si mulan
Rakit dinamit campur jamu
Aku rela gak makan sebulan
Asal bisa semenit dekat kamu

Raja dan ratu naik kereta api
Nangis karena lama tak bertemu
Jangankan waktu aku mimpi
Waktu pipis aja aku ingat kamu

Dibawah gigi ada jakun
Di atas rahang ada tulang
Jadi rugi pergi ke dukun
Pacar hilang pergi melayang


Kain bolong bukan kain goni
Bolong semua tanpa terkecuali
Hati kosong tak berpenghuni
Hati galau tak ada  yang peduli

Pohon beringin ditumbuhi benalu
Rindang dihalaman depan
Eh kemarin adalah masa lalu
Sekarang dan seterusnya adalah masa depan

Ada ranting ada dahan
Ada logam ada berlian
Nah kamu yang lagi berjauhan
Adakah kepercayaan diantara kalian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar