Ku meng-iyakan ajakanmu di sabtu malam itu, dan kita berangkat bersama.
Tujuan ku tak lain adalah agar ku tau bagaimana kamu, bagaimana karaktermu, dan bisa kah kau memperlakukan aku layaknya seorang putri disaat kita bersama dalam kondisi apapun.
Sepanjang perjalanan dan sejauh mata memandang, yang kurasakan hanyalah ketegangan, aku begitu kaku dan tidak leluasa. Dan ini merupakan kali pertama aku jalan bareng sama dia. Ku mengiyakan ajakan nya untuk pergi bareng ngecamp dengan teman-temannya setelah sekian lama ajakan nya selalu aku tolak dengan alasan aku sibuk.
Sulit untuk aku terjemahkan rasa dan perasaan ini, perasaan ini begitu berkecamuk antara cinta dan benci. sedetik aku bisa mencintaimu namun seumur hidup aku belum tentu bisa membencimu, rasa ini menjadi dilema, penuh dengan kontroversi. Jujur, tak ku mencintai lelaki lain seperti ku mencintai dia. selama ku menjalin hubungan dengan laki-laki, aku biasa saja, tak begitu istimewa beberapa pria tersebut dihatiku. malah aku yang begitu amat sangat diistimewakan oleh para lelaki ku. kenapa aku tak begitu mencintai mereka? karena ruang dihati ini telah diisi oleh dia. Dia yang begitu ku cintai. namun dia sepertinya tak mencintai aku, dia tak menghargai aku saat malam itu, dia tak menyayangiku, dia tak mengistimewakan aku. aku seperti tersudutkan, terabaikan dan tak pernah ada dipandangannya, meskipun aku tepat berada di depan mata nya. aku mungkin yang tak pernah ada dan tak pernah menjadi bagian dari hidupnya. aku cemburu, aku sakit, aku sakit hati. okeeee, aku bisa ngerti kalo teman2nya itu sudah menjadi bagian dari hidupnya sebelum aku ada. oke fine, tapi setidanya hargai perasaan dan keberadaan ku disaat kau teman2mu bersama. ada aku disitu. tak kah kau sadari?(To be Continue)....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar